Teknik Peliputan Dan Penulisan Berita

Irfa Razak (berbagai sumber)

A. Pengertian Berita

Kata berita berasal dari bahasa sansekerta, yaitu Vrit yang berarti ada/terjadi atau Vritta yang artinya kejadian/peristiwa. Sedangkan menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), berita adalah laporan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat.

Dalam bahasa Inggris berita disebut news, dalam Merriam Webster’s Collegiate Dictionary (Coth Edition, 1994) diartikan sebagai laporan peristiwa terkini (report of recent events) dan informasi yang tidak diketahui sebelumnya (unknown information).

Demikian makna news (berita) adalah informasi atau laporan peristiwa yang baru (new) terjadi. Banyak para ahli yang mencoba merumuskan definisi berita, namun tidak ada satupun yang dapat diterima sebagai rumusan tepat. Bahkan Bruce D. Itule mendefinisikan berita dengan mengemukakan sebuah contoh : “Jika seekor anjing menggigit manusia itu bukan berita, tetapi bila orang (manusia) menggigit anjing itulah berita”.

Ini dapat dimaknai, berita adalah informasi tentang kejadian aneh atau ganjil sehingga menarik perhatian publik. Demikian, sebagai pegangan arti dasar berita adalah laporan atau kejadian yang dilaporkan melalui media massa.

B. Nilai Berita

Sebuah peristiwa tidak bisa disebut berita jika tidak dipublikasikan di media massa. Tetapi tidak semua peristiwa layak dilaporkan kepada publik melalui media massa.

Untuk menentukan peristiwa mana yang layak dilaporkan dan layak dimuat (fit to print) untuk media cetak atau layak siar (fit to broadcast) untuk media elektronik kita harus dapat melihat apakah peristiwa itu mengandung nilai-nilai berita (new values) atau tidak, bila dianggap mengandung nilai berita berarti layak dilaporkan dijadikan berita.

Menurut para ahli, peristiwa yang dianggap memiliki nilai berita atau layak dijadikan berita, bila memiliki 4 unsur/karakteristik sebagai berikut :


1. Aktual

Aktual artinya peristiwa baru, hangat, sedang atau baru saja terjadi. Dalam unsur ini terkandung makna berita, yaitu informasi tentang sesuatu yang baru terjadi, tetapi dapat pula merupakan berita kelanjutan dari hari atau waktu sebelumnya. Dengan demikian tugas seorang wartawan adalah membuat orang menjadi tahu atau lebih tahu.

2. Faktual

Bahwa berita harus brdasarkan fakta dan benar-benar terjadi bukan fiksi(rekaan). Fakta muncul dari sebuah kejadian nyata, pendapat dan pernyataan. Dalam usnur faktual ini juga terkandung pengertian, sebuah berita harus merupakan informasi tetang sesuatu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan fakta itu tidak boleh direkayasa atau dimanipulasi.

3. Penting

Unsur penting disini meliputi dua hal, yang pertama berkaitan dengan tokoh (orang) yang terlibat dalam peristiwa itu. Kedua besar kecilnya dampak suatu peristiwa pada masyarakat, artinya peristiwa itu menyangkut kepentingan masyarakat dan orang banyak. Contoh persalan kenaikan tarif listrik, bencana, dll.

4. Menarik

Unsur menarik dari berita artinya memunculkan rasa ingin tahu dan minat membaca, seperti :

- Menghibur. (mengandung unsur humor)

- Sesuatu yang ganjil (peristiwa yang luar biasa, tidak lazim, dll)

- Memiliki unsur kedekatan (kedekatan geografis dengan mayoritas pembaca, kedekatan pribadi, dll)

- Mengandung Human Interest (Peristiwa yang menyentuh emosi, menggugah perasaan dan menumbuhkan simpati pembaca)

- Konflik (Unsur konflik berupa berita tentang pertentangan atau ketegangan. Seperti tawuran, peperangan, perpecahan ditubuh parpol, kisruh di pemerintahan, dll)

C. Jenis Berita

1. Berita Langsung

Laporan peristiwa yang ditulis secara singkat, padat, tegas dan apada adanya. Ditulis dengan gaya memaparkan peristiwa dalam keadaan apada danya, tanpa ditambah dengan penjelasan apalagi interpretasi.

Berita langsung terdiri dari dua jenis :

a. Berita Keras (Hard News) adalah laporan peristiwa besar atau sangat menggemparkan memiliki lebih dari segi aktualitasnya.

b. Berita Lembut (Soft News) merupakan berita pendukung dari informasi peristiwa atau gagasan yang sederhana.

2. Berita Opini

Berita mengenai pendapat, pernyataan atau gagasan seseorang. Biasanya pendapat cendikiawan, para ahgli atua pejabat mengenai suatu masalah atau peristiwa.

3. Berita Interpretatif

Berita yang dikembangkan dalam komentar atau penilaian wartawan atau nara sumber yang kompeten atas berita yang muncul sebelumnya, sejingga gabungan antara fakta dan interpretasi. Biasanya berawal dari informasi yang dirasakan kurang jelas atau tidak lengkap arti dan maksudnya.

4. Berita Mendalam

Berita yang merupakan pengembangan dari berit6a yang sudah muncul dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan. Bermula dari sebuah berita yang masih belum selesai pengungkapannya dan bisa dilanjutkan kembali.

5. Berita Penjelasan

Berita yang sifatnya menjelaskan dengan menguraikan sebuah peristiwa secara lngkap,, penuh data dan fakta yang diperoleh dijelaskan secara rinci dengan beberapa argumentasi atau pendapat penulisnya.

6. Berita Penyelidikan

Berita yang diperoleh dan dikembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber. Disebut pula berita penggalian karena wartawan menggali informasi dari berbagai sumber, dengan melakukan penyelidian langsung ke lapangan.

D. Teknik Peliputan Berita

1. Mencari Berita

Untuk membuat berita seorang wartawan harus mencari data dan fakta dari suatu peristiwa itu. Peristiwa yang terjadi meliputi ruang lingkup sebagai berikut

a. Obyek Liputan

Peristiwa terencana/direncanakan seperti seminar, HUT dsb.

Peristiwa yang tidak terduga/tidak direncanakan misalnya kecelakaan lalu lintas, kebakaran, kriminal dsb.

Wawancara Ekslusif.

b. Sudut Pandang

Pernyataan paling menarik dari pembicara

Suasana Acara

Tema yang diangka dalam sebuah acara

Teknik, Prinsip dan Trik (TPT) mencari berita

1. Harus memiliki rasa ingin tahu.

2. Berita tidak akan datang sendiri, cari di lapangan.

3. Bergaul (berbicara) dengan berbagai kalangan. Perhatikan segala sesuatu yang ada di sekitar kita.

4. Ikuti perkembangan informasi dengan membaca koran/majalah maupun media televisi.

5. Jangan segan-segan meniru ide-ide dari surat kabar atau majalah lain, tetapi bukan menjadi plagiator.

6. Baca /cari pernyataan-pernyataan resmi dari para tokoh.

7. Cari informasi tentang berbagai kegiatan seperti seminar dan berbagai pertemuan, perayaan, dll.

8. Kunjungi tempat pusat-pusat keramaian (pasar, terminal, pameran, dll).

9. Konsultasi/diskusi dengan sesama wartawan.

10. Berbaur dengan masyarakat, jangan mengasingkan diri.

11. Melakukan renungan, kajian/analisa untuk memunculkan gagasan untuk memunculkan sebuah berita.

2. Peliputan Berita

Untuk memudahkan mendapatkan berita yang aktual dan faktual serta akurat, ada beberapa metode, diantaranya :

a. Wawancara

Metode ini adalah untuk menggali informasi, komentar, opini, data atau fakta tentang suatu masalah, fenomena atau peristiwa yang terjadi melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada nara sumber.

b. Beat System

Metode untuk mendapatkan berita yang mengacu pada bidang liputan, yaitu meliput berita/peristiwa dengan mendatangi secara teratur instansi pemerintah dan swasta atau tempat-tempat lainnya yang dimungkinkan munculnya peristiwa,m informasi atau hal-hal yang dapat menjadi berita. Dengan metode ini adalah pencarian berita dengan mangkal atau “ngepos” di tempat tertentu.

c. Follow up System

Adalah metode peliputan berita dengan cara membuat berita yang me
nindaklanjuti atau mengembangkan berita yang sudah muncul dengan cara melengkapi, mempertajam atau menekankan hal-hal tertentu dari berita tersebut., metode ini menghasilkan berita interpretatif, investigasi, berita mendalam atau berita penjelasna.

E. Penulisan Berita

1. Rumusan Umum Penulisan Berita

Susunan berita berbeda dari susunan surat, laporan, cerita pendek dan bentuk tulisan lainnya. Perbedaan ini ditentukan oleh tujuan penyampaian berita kepada komunikan dibandingkan dengan tujuan penyampaian surat, laporan dan sebagainya. Berita disampaikan kepada khalayak dengan tujuan agar pembaca memperoleh pengetahuan akan suatu informasi serta informasi itu berguna dan bermanfaat bagi dirinya.

Dalam menulis berita seorang reporter/wartawan mengacu kepada nilai berita dengan unsur/karakteristik utama yang terkandung dalam berita tersebut. Apakah berita itu termasuk memiliki nilai berita atau tidak. Kemudian dipadukan dengan rumusan umum peulisan berita yang lengkap agar pembaca tidak brtanya-tanya tentang berita yang dibacanya.

Rumusan umum penulisan berita dikenal dengan 5 W + 1 H :

What : Apa yang terjadi ?

Where : Dimana hal itu terjadi ?

When : Kapan peristiwa itu terjadi ?

Who : Siapa yang terlibat dalam kejadian itu ?

Why : Kenapa hal itu terjadi ?

How : Bagaimana peristiwa itu terjadi ?

The Art of writing (Seni Menulis)

Merupakan hal penting untuk menjadikan berita lebih menarik dan enak dibaca orang. Kita dapat memilih dan memilah mana yang akan dikedepankan dalam berita itu.

Pedoman bagi wartawan, hal penting yang perlu diperhatikan dalam penulisan berita :

- Berita diperoleh secara jujur.

- Meneliti kebenaran suatu brita atau keterangan sebelum menyiarkan (check and recheck)

- Harus dapat membedakan antara fakta (kejadian) dengan opini.

- Menghargai dan melindungi sumber berita yang tidak mau disebutkan namanya.

- Tidak memberitakan keterangan yang diberikan secara of the record.

- Dengan jujur menyebut sumbernya dalam mengutip berita atau tulisan dari suatu surat kabar.

2. Struktur Berita

Secara umum struktur berita disusun seperti piramida terbalik, bagian atasnya (alinea pertama) terdiri bagian yang paling pentingh. Bagian terpenting dimuat sebagai alinea pertama untuk menarik perhatian pembaca.

Alinea pertama banyak disebut sebagai teras berita. Dalam bahasa Inggris disebut lead. Namun kiranya lebih tepat disebut inti berita.

Alinea kedua, mengandung penjelasan dari elinena pertama. Kalau persoalan yang dikandung oleh inti berita itu banyak yang penting, penjelasananya diberikan di alinea berikutnya..

Sesudah memahami lead/inti berita, barulah disusun judul berita. Jadi, bukan judul yang lebih dahulu disusun. Judul diperas dari inti berita.

3. Komposisi Tulisan

Susunan berita umumnya terdiri dari empat berita :

a. Head Line

b. Date Line

c. Lead atau teras berita

d. News Body, tubuh atau isi berita, dan bilamana perlu

e. Eye Catcher (Penarik Minat Baca) biasanya berupa kutipan isi berita atau ucapan nara sumber yang paling menarik.

4. Menentukan Sudut Pandang /Angle

Sebelum menulis berita (lebih jauh lagi sebelum melakukan wawancara), diawali dengan menentukan sudut pandang terlebih dahulu atau angle dari dari peristiwa yang akan dilaporkan. Angle memudahkan pembuatan lead (rencana wawancara) dan judul berita. Sudut pandang dimaksud adalah menentukan fakta mana yang dinilai paling penting dan menarik. Fakta itulah yang akan dikemukakan lebih dahulu. Jika kita memandang unsur Who yang paling penting, maka dikedepankan unsur itu.

    • Anonymous
    • Mei 15th, 2009

    Menarik, hanya saja masih perlu sentuhan.

  1. susah ya bikin berita yang benar

    • irfarazak
    • Juni 22nd, 2010

    Yaaa gitu dehh

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 456 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: