Memasuki Gerbang Keempat (Irfa Razak)

(Sebuah pengantar perpisahan)

Kak, bulan hanya bintik di ujung cakrawala
Tanda di sini gerbang keempat akan kakak masuki
Kesedihan bukan jalan yang harus diratapi
Tapi dimana doa-doa disampaikan dengan haru
Dari kami adik-adikmu

Sejak fajar tumbuh hingga senja tiba
Menenggelamkan matahari ke balik malam
Hingga mendekat diri pada cita-cita dan harapan
Pada limpahan sayang menuju sebuah kemenangan
Hingga leburlah diri
Leburlah ke dalam kesejatian awal mula diri
Hingga cahaya benderang
Cahaya 1000 bulan yang selalu menyertai langkah kakak
Cahaya wajahmu yang ku rindu, kau rindu

Kak engkau kan slalu ku rindu, rindu menerang terang cahayamu
Sepanjang hidup kita sepanjang usia hingga tak tersia-sia hidup
hingga arti kakak tertemui di gerbang keempatmu.
Dalam diri sendiri dalam nadi darah sendiri mengalir sekujur tubuh
Di jejantung di bilik-bilik bisik cinta adikmu
Di senyap dinihari mengembun embun

Percakapan kakak di kalbuku lewat degup
Lewat debar menyelinap tatap tersimpan di dada
Sunyi manis catatan riwayat kakak berakhir bersama kami
Menjadikan teladan yang berguna

Selamat jalan kakak ku tercinta
Doa kami dan segenap yang merindukanmu
Kan selalu menyertai kakak
Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik bagi kakak.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: