Jiwa yang terdiam 1

Sedalamnya diam berkecamuk, bergejolak, gila-gila, gila tak bernyawa
Gemuruh, seperti ombak terhenti segerombol ikan teri
Beriak, berbiak, berteriak ku dimalam hari
Robek, Merobek

Selalu saja terngiang suara lebah yang seakan menyayat
Diam berteriak, bulan diujung malam sepilah kudengar
Hingga nada-nada yang terdengar lirih namun mengamuk
Aku tertekan dalam gelombang kenistaan
Diantara buah jeruk dan buah semangka melewati sepi-sepi

Ini jiwa yang terdiam terlibat konspirasi dengan hati
Hati dan dan jiwa terkonspirasikan dengan beberapa amuk
Jiwa raga mengamuk membelah kata-kata
Merobek, memecah, membelah, mengekang semua jiwa
Lepaskan

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: