Untuk Ibu

hidup dalam bayangan
dia yang terluka dadanya karena
cinta yang telah ia
berikan kepada wanita
paruh baya yang melahirkannya ke alam
dunia yang penuh dengan pertanyaan

hanya berpikir tentang
pertanyaan yang selalu datang
dalam jiwa yang terlentang
mengangkang diam dalam bayang
bayang masa silam seperti dayang

haah… hanya sebuah pertanyaan
konyol tentang menghormati keaadaan
ini yang terlalu memuakan
untuk dipikirkan sedangkan
kita harus selalu melaksanakan
kewajiban ini selama ada dalam kehidupan

aku tak bisa hanya
diam sejenak agar
dapat merasa
kan hati yang
bergetar kala
mendengar kata
namanya

ibu terima salam hormatku

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: