Jiwa yang terdiam 2

Di tumpukan sampah dan disela-sela gerabah
Diantara sumpah dan disebelah amarah
Jiwaku terdiam punah dan musnah
Meratapi negeri yang sakit parah

Mengubah ritme menjadi sebuah ranah
Mendalami sifat manusia dengan segala sifat serakah
dan ah tak ubah menarik busur panah
Dari sesuatu yang awalnya satu amanah

Melengkapi penderitaan rakyat dengan bau amis nanah
dengan boneka-boneka penghibur layaknya sampah
Berpura-pura memikirkan tapi nyatanya berulah
layaknya orang besar berotak udang berbadan gajah

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: