Diujung Senja

Redup terasa redup
pepohonan telungkup

penghujung hari dilalui
dengan setitik kringat di pipi
menemukan bayangan diatas api
berkobar disenja tlah ku lalui
dalam sepi dalam duka di sore hari

andai aku malaikat
yang tak usang oleh karat
kan kupatahkan sayapu untukmu
agar kau tau betapaku merinduimu
jelang malam kulalui sendiri
diantara cinta sayang dan harga diri

ujung senja yang abadi
kutujukan pandangan polosku pada hati
dalam jiwa dalam dekapan jati diri
selimuti hembusan mamiri

lembayung di ujung senja
seakan berkata dia yang kucinta
kicau burung di dedaunan
pertanda rindu tak tertahan
perlambang cinta tak tergantikan

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: